Kekeringan Melanda Kota Mangga


            Pagi hari ketika matahari mulai beranjak naik dari singgahsananya di ufuk timur, datang dengan membawa secerca kehangatan. Suara air yang mengalir dari irigasi pun terdengar dengan memberikan ketenangan didalam sanubari ku. Burung-burung pun mulai merebakan sayapnya dan mulai menghiasi langit di pagi hari dengan keriangan. kampungku merupakan salah satu kampung yang berada di ujung barat kabupaten Indramayu, yang masih memiliki hamparan persawahan yang luas dan hijau-hijau.

        Indramayu adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Jawa barat, yang menjadi lumbung padi terbesar ke 2 di Indonesia. Selain itu Indramayu juga dikenal oleh orang-orang sebagai kota mangga. itu menandakan bahwa disini masih kaya akan hasil bumi yang melimpah ruah.

            Aku tinggal di sebuah desa di kabupaten Indramayu yang berbatasan dengan kabupaten subang. Itu artinya desa ku berada pada ujung barat kabupaten Indramayu. Warga di desaku mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, karena di desaku masih banyak hamparan sawah yang luas sehingga sangat cocok untuk di jadikan lahan pertanian oleh warga sekitar. Pak Arif adalah salah satu petani yang ada di desaku yang ia lakukan untuk menyambung hidupnya dan menafkahi anak istrinya. Pak Arif tiap harinya berangkat menuju ladang padi dengan menggunakan, pakaian alakadarnya, dengan membawa sebilah arit dan cangkul yang menjadi teman hidupnya selama ini. Dengan menggunakan sepeda tuanya yang dijadikan pak Arif sebagai kendaraannya untuk menuju ladang. Walaupun kawan-kawan se profesi lainnya banyak yang menggunakan sepeda motor, tetapi pak Arif memilih untuk tetap menggunakan sepeda yang ia kayuh untuk berangkat ke ladang ataupun pulang kembali menuju rumahnya. Baginya sepeda tua yang ia miliki satu-satunya itu sudah cukup untuk dirinya dan ia sangat bersyukur.

        Matahari berjalan kian meninggi, memancarkan panas terik yang menyengat. Namun pak Arif tetap melakukan kegiatan menggarap sawah tanpa memperdulikan panas yang membakar tubuhnya. pak Arif bekerja di lahan sawah milik juragan sawah yang terkenal di desaku. Beliau hanya bekerja sebagai buruh tani yang diberi upah setelah ia selesai melakukan tugasnya untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman padi milik majikannya. Saat dimana sudah melewati tengah hari pak Arif pun merasa cukup untuk menjaga dan memelihara tanaman padi dan bertemu dengan majikannya untuk memperoleh upah dari hasil kerja kerasnya sepanjang hari, suatu berkah yang harus disyukuri sebagai nikmat tuhan yang telah diberikannya rezeki pada hari ini. Pak Arif pun pulang dengan membawa alat-alat nya dengan hati yang begitu senang karena setelah ini dia akan segera bertemu dengan anak anak istrinya dengan membawa sedikit rezeki yang telah Tuhan berikan untuk dirinya dan keluarganya.

           Seperti itulah siklus hidup di desaku setiap harinya. Bagi kami selaku penduduk di desa ini sawah merupakan titipan Tuhan yang perlu disyukuri sebagai nikmat yang tiada bandingannya, dan sudah sepatutnya kita untuk menjaga titipan tersebut agar tidak merusak ekosistem yang ada dan orang-orang seperti pak Arif tidak kehilangan pekerjaannya sebagai buruh tani. Di desaku masih melakukan tradisi Mapag Sri yang sudah dijalankan oleh nenek moyang sejak puluhan tahun yang lalu. Mapag Sri adalah salah satu ada/budaya masyarakat Indramayu untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Mahaesa. Jadi masyarakat sekitar masih menjalankan tradisi tersebut.

        Suatu hari memasuki masa panen tetapi di desaku terjadi kekeringan yang sangat berkepanjang sehingga masyarakat di desaku merasa risau, orang-orang seperti pak Arif pun ikut terkena imbas dari musim kemarau yang sedang menimpa desa kami, gagal panen selama 3 bulan bukan merupakan suatu masa yang singkat, keadaan yang sangat sulit untuk di hadapi untuk orang-orang di desaku. acara tradisi Mapag Sri pun tidak jadi terlaksana di desaku. Ternyata bukan hanya didesaku tetapi hampir semua desa dikotaku mengalami gagal panen karena kekeringan yang panjang. Banyak petani yang mengalami kerugian yang mengakibatkan perekonomian para petani menurun dan susah untuk mencari makan. Para petani di desaku hanya bisa berharap datangnya bantuan dari pemerintah terkait untuk menemukan solusi dari kekeringan yang sedang desaku alami saat ini. karena banyak orang-orang seperti pak Arif juga yang telah kehilangan pekerjaannya akibat dari musim kemarau ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maulid Nabi di Cirebon